Conflict Management

”Benih sebuah konflik tertanam pada saat terjadinya disharmony atau ketidakserasian”

-The Advisors

Bilikopf (2003) dalam tulisannya tentang conflict management skills menggambarkan wajah sebuah konflik ; salah satunya adalah Interpersonal conflict dalam situasi/ hubungan pekerjaan.

Wajah Sebuah Konflik

Dikisahkan ada tokoh Beth yang dikecewakan oleh Carlos mitra kerjanya di sebuah pekerjaan. Beth meminta Carlos sebagai mekanik untuk merencanakan kerja lembur pada hari Kamis dan Jumat yang akan datang . Keduanya telah lama menjadi mitra kerja , bahkan boleh dikatakan sebagai sahabat . Namun ketika Beth berusaha menyampaikan permintaan itu secara baik-baik kepada Carlos , timbul risiko bahwa Beth akan dikecewakan.

Bagi Beth banyak alasan untuk kecewa, bahkan Carlos pun mungkin juga kecewa. Pertanyaan nya , apakah semua itu dapat berkembang dari interaksi personal menjadi konflik interpersonal ? Tampaknya pesan dibalik cerita ini hendak menggambarkan bahwa benih sebuah konflik tertanam pada saat terjadinya disharmony atau ketidakserasian. Ketidakserasian itu dirasakan oleh para pihak dalam berbagai macam hubungan interpersonal , keluarga , pekerjaan , negara dan hubungan intrnasional.

” wajah sebuah konflik muncul begitu saja dan terkadang dapat berkembang secara mengejutkan”

Konflik yang terjadi antara Beth dan Carlos dapat berkembang secara mengejutkan , terutama jika di dalam hubungan kerja mereka terkuak macam-macam perbedaan yang menonjol diantara mereka. Beth adalah supervisor Carlos , walaupun dahulu mereka sahabat. Kendati Beth berusaha selalu lembut dalam pendekatan , tetapi Carlos mungkin cemburu karena kariernya terlampaui oleh Beth. Atau mungkin pada hari itu Carlos sedang tidak nyaman dengan dirinya, sehingga bisa saja bereaksi keras terhadap Beth yang lembut.

Dalam masalah ini antara Beth dan Carlos jika melakukan kesalahan dalam mengelola perbedaan di antara mereka maka akan terjadi peningkatan konflik , namun jika dikelola dengan baik , maka peluanganya dapat dikembangkan untuk menghasilkan solusi yang lebih kaya dan efektif serta menjalinkan kembali interaksi yang positif.

Wajah sebuah konflik ternyata tidak saja mengurangi kenyamanan dalam interaksi personal, pekerjaan,keluarga, bermasyarakat dan bernegara. tetapi wajah sebuah konflik menuntut seseorang untuk mengembangkan kecakapan dalam mengelola serta memperjuangkan usaha dan komitmen yang cukup kokoh dalam mencari solusi.

The Advisors

untuk waktu yang singkat, mengelola konflik dapat menimbukan stress, sehingga seseorang lebih mudah terlibat berperang melanjutkan konflik, menghindar atau memendam kebisuan. Apakah kecenderungan saat seperti itu akan meniadakan usaha mencari solusi konflik? Sebaliknya , wajah sebuah konflik harusnya mengundang orang untuk mengikuti langkah berikut ini :

  1. Mendalami hakikat dan permasalahan konflik .
  2. Mencari tahu hasil atau dampak yang diakibatkan oleh konflik agar konflik tidak berlanjut tampa kendali.
  3. Mencermati faktor – faktor yang mempengaruhi hasil keluaran sebuah konflik sebelum memulai pemecahan konflik.
  4. Mempelajari sebab-sebab dan tipe konflik.
  5. Melatih diri terampil dan ahli dalam mengelola konflik dengan menggunakan alat alat analisis pemetaan konflik.
  6. Memilih dan mengembangkan komunikasi dalam pengelolaan konflik dan lain-lain.

saran – saran diatas tampaknaya akan menjadi kebutuhan mendesak untuk dilakukan , terutama jika keadaan menjadi tidak menentu dan konflik terasa semakin menyesakan. Untuk edisi selanjutkanya The Advisor akan membahas lebih dalam lagi untuk masalah Conflict Management seperti pendekatan untuk mengatasi konflik melalui mediasi dan negosiasi , pelatihan untuk melakukan transformasi konflik menjadi kompetisi pengembangan diri dan tranformasi konflik menjadi pengembangan profesionalisme.

Dukung terus dengan cara Follow dan Like agar Blog ini semakin berkembang

The Advisors

Untuk melakukan Konsultasi dan Coaching mengenai Conflict Management di dalam perusahaan teman teman pembaca . silahkan hubungi Nomor di bawah ini :

The Advisors

phone / wa : 0895-3375-31410

e-mail : echen2510@gmail.com

Salam , The Advisors

Nanti Dulu Jangan Sekarang!!!

Salam kepada para pembaca, dalam kesempatan yang baik ini, The Advisors kembali membagikan berita baik untuk kita semua. Kali ini pembahasan nya tentang ” NANTI DULU JANGAN SEKARANG” yes! Kalimat ini yang sering sekali dengan tidak sadar muncul dalam benak kita dan kita ucapkan saat ada seorang agent asuransi yang datang dan mencoba untuk menawarkan jasanya kepada kita.

NANTI DULU , JANGAN SEKARANG !!!!

Apakah keputusan untuk menunda membeli asuransi bagi diri kita adalah keputusan yang benar ? Tentu benar !!, “saya belum membutuhkan nya, masih banyak kebutuhan lain, prioritas utama saya adalah memiliki rumah , saya harus menabung untuk menikah, ah perusahaan saya kan sudah menyediakan asuransi karyawan, saya sudah punya BPJS !”

Notabene kita , akan menolak secara otomatis saat ditawarkan produk asuransi, apalagi jika berhubungan dengan asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan asuransi pendidikan. Padahal jika kita mau sedikit memahami penting nya asuransi dalam hidup kita , pasti kita semua tahu dan paham pentingnya memiliki asuransi dalam kehidupan kita.

Lalu kenapa kita secara otomatis menolak atau enggan membeli asuransi ? padahal kita menyadari dan paham tentang pentingnya perlindungan asuransi .

Cerita Dari Pengalaman Orang Lain

Dalam satu kesempatan pada saat saya masih menempuh jalur pendidikan , seorang dosen senior pernah membahas tentang, apa yang menjadi faktor penentu seseorang membeli kebutuhan jasa ? Menarik !! nomor satu yang muncul dalam slide dosen saya adalah : Cerita dari pengalaman orang lain. Kita semua paham bahwa kebutuhan jasa adalah kebutuhan yang tidak terlihat wujudnya, sama seperti asuransi, kita membeli asuransi yang kita pegang hanyalan sebuah buku polis, dan kita membayar mahal hanya untuk sebuah kontrak asuransi yang tercatat dalam sekumpulan kertas yang kita kenal dengan nama buku polis.

Kita tidak dapat melihat wujud dari jasa tersebut, tidak juga dapat menyentuh sesuatu yang kita bayar tiap bulan bahkan tiap tahun sampai masa pembayaran kontrak berakhir.

Yes! Kita seperti membakar uang untuk membeli sekumpulan kertas berisikan kontrak yang disebut polis. Terlalu mahal untuk sebuah kertas, terlalu mahal untuk sebuah kontrak, ada kebutuhan lain, yah.. smartphone baru, sepatu baru, tas baru, mobil baru , motor baru , salon kecantikan , perawatan wajah dan lain sebagainya , intinya ,” Terlalu mahal untuk sebuah kertas, tiap bulan , tiap tahun kita bayar, dipakai pun tidak , Nanti dulu jangan sekarang !!

“Karena kita adalah makhluk sosial, maka secara alami kita akan mencotoh dan belajar dari pengalaman orang lain”

Manusia adalah makhluk sosial, kita hidup berdampingan dan pastinya kita akan berinteraksi dengan sesama, pada saat seseorang mengalami suatu pengalaman ,baik itu sebuah pengalaman yang baik atau pengalaman yang buruk tentunya ada kerinduan untuk berbagi cerita dengan sesama. Oleh sebab itu pengalaman dan cerita orang lain dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan kita untuk membeli suatu kebutuhan jasa.

Benarkah terlalu mahal untuk membeli sekumpulan kertas berisi kontrak asuransi yang disebut polis?

Saya akan bercerita tentang kisah dari gambar diatas , bayangkan jika kita menjadi kepala keluarga dalam gambar tersebut. Seorang kepala keluarga tentunya memiliki kewajiban untuk menyokong seluruh kebututuhan keluarga dari penghasilan yang diperoleh. Kita tahu bahwa kebutuhan akan terus meningkat, diimbangi dengan pendapatan yang diperoleh , kebutuhan juga akan meningkat seiring bertambahnya anggota keluarga, dan bertambahnya usia dalam anggota keluarga. Seorang kepala keluarga yang bertanggung jawab akan mengupayakan untuk dapat terus memenuhi kebutuhan ini.

Sangat disayangkan faktanya bahwa semakin bertambah nya usia ,ditambah perubahan gaya hidup, maka kondisi kesehatan juga akan menurun. Kemudian sang kepala keluargapun akhirnya harus menghadapi risiko tutup usia, dan karena kepala keluarga ini adalah seorang yang bersosialisasi dengan banyak orang dan mendengarkan banyak cerita dari pengalaman teman – teman nya yang tidak memiliki asuransi dan menyesal membeli asuransi karena merasa tidak terpakai manfaat nya, maka kepala keluarga ini pun tidak memiliki asuransi apapun untuk dirinya.

Semua penghasilan nya dikelola untuk memenuhi kebutuhan keluarga, baik kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Karena peningkatan penghasilannya tegak lurus dengan peningkatan kebutuhan yang dipengaruhi oleh peningkatan gaya hidup si kepla keluarga dan keluarganya.

” Meningkatnya penghasilan akan tegak lurus dengan meningkatnya kebutuhan yang dipengaruhi oleh gaya hidup”

Saat terjadi risiko tutup usia dengan tidak memiliki asuransi apapun untuk dirinya maka kepala keluarga ini meninggalkan kewajiban finansialnya kepada sang istri tercinta. Mulai dari biaya kebutuhan bulanan rumah tangga , pendidikan anak , sampai dengan pembayaran cicilan, semua diserahkan kepada sang istri. Pertanyaan nya apakah saat serah terima tanggung jawab ini, sang istri dapat berkata ,” Nanti Dulu Jangan Sekarang!!!”

Sahabat, saat kita membeli kebutuhan jasa asuransi baik itu jiwa, kesehatan, pendidikan,kita tidak hanya membeli untuk diri kita tapi membeli untuk melindungi mereka yang kita cintai, dan percayalah kita tidak membayar terlalu mahal untuk sekumpulan kertas berisikan kontrak asuransi bila kita bandingkan dengan nilai penyusutan dari barang – barang mewah yang kita beli.

Mungkin salah satu teman kita berkata, ” Saya menyesal beli asuransi , karena saya tidak butuh, bayar buat sesuatu yang tidak saya pakai!” Itu karena mereka belum merasakan manfaatnya, namun saat risiko terjadi pada dirinya, saya pastikan akan ada keluarganya yang akan berterima kasih karena teman kita sudah memiliki asuransi.

“Salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan kita untuk membeli kebutuhan jasa adalah cerita pengalaman dari orang lain.” – The Advisors


Untuk para pembaca yang ingin berinteraksi langsung menggunakan layanan whatsapp, untuk melakukan review polis atau tanya jawab mengenai produk Asuransi , investasi dan produk layanan perbankan silahkan pilih tombol “hubungi saya” di Home

Salam , The Advisors

Kredit Modal Kerja Wajib beli Asuransi Jiwa ?

Salam untuk para pembaca , pada kesempatan hari ini saya ingin membagikan sedikit pengalaman saya ketika saya menjadi Account Officer.

Fasilitas kredit Modal Kerja

Mengajukan fasilitas kredit modal kerja tentunya sebuah keputusan yang diambil dengan penuh pertimbangan , terlebih jika yang menjadi syarat utama dari prinsip 5C adalah “jaminan”.

Secara umum setiap entitas yang memberikan fasilitas kredit baik itu Perbankan, atau lembaga keuangan koprasi , memiliki beberapa persyaratan saat seseorang mengajukan fasilitas kredit. Beberapa diantaranya yang menjadi persyaratan umum dalam mengajukan fasilitas kredit adalah sebagai berikut :

  • Usia calon nasabah harus sudah dianggap dewasa secara hukum atau sudah menikah.
  • Memliki usaha atau pekerjaan tetap .
  • Menyerahkan buku tabungan atau rekening koran berjalan untuk dijadikan acuan dalam menilai rasio kredit.
  • Jamiman Asset berupa surat kendaraan bermotor, tanah dan bangunan, surat berharga. (Tergantung jenis produk kredit).

Berikut adalah beberapa persyaratan umum yang biasanya harus dipenuhi saat seseorang mengajukan fasilitas kredit. Menarik untuk dibahas adalah ; kenapa perlu ada persyaratan yang cukup panjang sebelum mengajukan kredit ? Jawaban nya adalah ,untuk memperkecil terjadinya risiko kredit macet.

Asuransi yang Melekat Pada Fasilitas Kredit Modal Kerja

Pada saat seseorang mengajukan fasilitas kredit modal kerja maka pihak entitas akan mengasuransikan asset kita yang menjadi jaminan. Hal ini masuk kedalam management risiko dari sebuah entitas baik perbankan maupun lembaga keuangan, agar jika terjadi risiko terhadap asset yang menjadi jaminan maka risiko dapat diminimalisir.

Jika pihak entitas sebagai pemberi fasilitas kredit melakukan management risiko dengan memberi syarat untuk membeli asuransi terhadap asset yang menjadi jaminan, apakah sebagai penerima fasilitas perlu melakukan management risiko dengan membeli asuransi ?

Pentingnya Membeli Asuransi Jiwa Bagi Pengguna Fasilitas Kredit Modal Kerja

  • Asset yang menjadi jaminan bukan lagi milik kita.

Pada saat kita menandatangani akad kredit, maka seketika itu kita secara sadar melepas hak kita atas asset yang menjadi jaminan tersebut , dan memberikan hak atas asset tersebut kepada pihak entitas baik bank ataupun lembaga keuangan. Hal ini lah yang menjadi dasar pihak entitas baik bank atau lembaga keuangan dapat melakukan pengajuan sita atas asset yang menjadi janinan kepada Pengadilan jika terjadi kredit macet.

  • Warisan bukan hanya harta tapi juga hutang

Pada saat kita melakukan akad kredit, sebagai nasabah tidak dapat menandatangi akta seorang diri, jika sudah menikah maka pasangan harus ikut menandatangani akta kredit tersebut, jika belum menikah namun dianggap sudah dewasa secara hukum maka orang tua ikut menandatangi akta kredit. Hal ini bukan dilakukan dengan iseng – iseng , namun dengan tujuan agar pihak keluarga atau pasangan mengetahui dan menyetujui tentang : asset atas nama yang dijaminkan sudah berpindah kepemikikan kepada entitas bank atau lembaga keuangan selama fasilitas belum dilunasi. Yang ke dua adalah agar pihak keluarga terdekat mengetahui dan menyetujui sebagai saksi bahwa nasabah yang bersangkutan secara pribadi memiliki kewajiban hutang kepada pihak entitas atas jangka waktu tertentu dengan menjaminkan asset.

Karena asset yang kita jaminkan bukan lagi milik kita selama hutang berjalan, dan juga diketahui dan disertai tandatangan orang terdekat , maka jika terjadi risiko tutup usia kepada nasabah yang mengajukan kredit, sudah pasti hutang akan berpindah juga tanggung jawabnya kepada orang terdekat yang ikut menandatangani perjanjian kredit. Terkecuali jika disertakan asuransi jiwa yang mengcover plafon kreditnya, maka kredit tersebut akan segera dilunasi oleh uang pertanggungan yang diperoleh.

Apakah Perlu Membeli Asuransi Jiwa?

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ada baiknya untuk pengguna fasilitas kredit, melengkapi diri dengan perlindungan asuransi jiwa. Tujuan nya bukan lain untuk melindungi keluarga kita sendiri, karena risiko tutup usia dapat terjadi kapan saja.

Untuk para pembaca yang ingin berinteraksi langsung menggunakan layanan whatsapp, untuk melakukan review polis atau tanya jawab mengenai produk Asuransi , investasi dan produk layanan perbankan silahkan pilih tombol “hubungi saya” di Home

Salam , The Advisors – Elvan Okypratama Suherman

ASURANSI KESEHATAN ?

Saya tidak perlu Asuransi Kesehatan ! Saya sudah memliki fasilitas dari tempat kerja saya ! Saya masih sanggup membayar biaya perawatan, saya sehat ! Untuk apa membeli sesuatu yang tidak pernah dipakai ?

Selamat siang para pembaca, jika kita mendengar tentang Asuransi Kesehatan , notabene kalimat – kalimat diatas sering sekali terlintas di benak kita atau sering sekali kita dengar kalimat – kalimat tersebut terlontar dari orang – orang di sekitar kita.

“Namun yang menarik untuk di perbincangkan adalah benarkah Asuransi Kesehatan itu Tidak Penting?

Meningkatnya Taraf Hidup Harus berhadapan dengan persaingan yang tinggi , beban kerja , dan waktu yang tersedia “

Karier Meningkat , Kesehatan menurun

Beberapa masalah kesehatan biasanya ditemukan dalam usia produktif adalah ; menurunnya daya tahan tubuh terhadap penyakit, meningkatnya tekanan darah , meningkatnya risiko peradangan , meningkatnya produksi gula darah , meningkatnya asam lambung.

Lalu bagaimana jika terjadi sakit ? Untuk Kita dalam usia produktif kita masih memiliki ; penghasilan rutin tiap bulan , dan lagi masih ada fasilitas kantor termasuk asuransi kesehatan. Apakah usia produktif tidak ada batasnya ? Lalu bagaimana dengan fasilitas kantor ?

SETIAP KITA PASTI AKAN MENUA DAN KEMUDIAN PENSIUN, KETIKA INI TERJADI MAKA PENGHASILAN AKAN MULAI TERBATAS DAN FASILITAS KANTOR AKAN HILANG

Ketika kita pensiun, kebutuhan berhenti ?

Pertanyaan yang menarik untuk disimak , apakah ketika kita memasuki usia pensiun maka kebutuhan hidup berhenti ? Tentu kita semua tahu , bahwa selama kita hidup maka kebutuhan akan selalu ada, baik kebutuhan keluarga , maupun kebutuhan pribadi. Kita dapat mengurangi kebutuhan yang dianggap kurang penting, namun tidak menghilangkan kebutuhan pokok.

Jika kebutuhan masih berjalan, apakah risiko akan berhenti ketika kita pensiun ? Sudah dapat dipastikan peluang terjadi risiko pun akan tetap muncul sama hal nya dengan kebutuhan kita. Pada posisi ini kebanyakan dari kita akan mulai tersadarkan akan pentingnya kebutuhan akan asuransi. Salah satunya adalah asuransi kesehatan.

“Membeli Asuransi sama dengan membeli Alat Pemadam Kebakaran , karena selalu ada peluang untuk terjadi risiko kebakaran , maka kita mempersiapkan Alat Pemadam Kebakaran “

Kapan harus beli Asuransi Kesehatan ?

Jika kita bertanya kapan waktu yang tepat untuk membeli asuransi kesehatan ? Karena saya masih sehat , saya masih mendapatkan fasilitas kantor termasuk asuransi kesehatan. Maka jawaban yang akan saya berikan adalah ,” saat ini lah saat yang tepat untuk kita membeli asuransi kesehatan.”

ASURANSI bukan produk untuk orang yang telah sakit, Asuransi adalah produk yang disarankan untuk orang sehat. seperti payung digunakan saat hujan , namun sebaiknya di bawa saat sebelum hujan. Ketika kita bertambah usia maka risiko akan kesehatan kita akan bertambah, kemudian karena risiko bertambah premi yang akan diberikan pun cenderung tinggi karena biaya asuransi nya pun semakin tinggi. Dan jika mengidap beberapa penyakit yang cukup serius, maka saat itu pihak asuransi sudah tidak dapat membantu kita. Karena ada beberapa produk asuransi yang memang menolak jika calon pembeli sudah memiliki riwayat sakit yang cukup keras / atau masuk dalam ketentuan pengecualian di dalam produk asuransi.

Sehingga jika kita kembali pada pokok pembahasan dalam artikel ini tentang , Pentingkah Asuransi Kesehehatan ? Saya secara pribadi berpendapat bahwa Asuransi Kesehatan penting dimiliki oleh setiap keluarga. Karena kita tidak pernah tahu, kapan risiko akan datang menghampiri kita.

UNTUK TEMAN – TEMAN YANG TERTARIK UNTUK BERBINCANG MENGENAI RENCANA KEUANGAN RUMAH TANGGA DAN PRODUK PILIHAN ASURANSI. SILAHKAN KLIK TOMBOL ” HUBINGI SAYA ” DI MENU HOME

Sebelum Kita Membeli Asuransi Perhatikan Empat Hal Penting ini

Bagi sebagian besar orang yang sudah berkeluarga , membeli produk asuransi sudah menjadi kewajiban yang harus terpenuhi. karena jika suatu keluarga memiliki produk asuransi maka ada beberapa risiko yang akan dialihkan kepada perusahaan asuransi dan keluarga tidak akan mengalami kesulitan jika suatu saat ada risiko yang tidak dapat dihindari terjadi.

Bagaimana dengan para pembaca yang saat ini belum memiliki produk asuransi dan berencana untuk membeli produk asuransi ? Kita harus memilih asuransi yang tepat dan disesuaikan dengan kebutuhan yang ada, agar asuransi yang kita gunakan dapat dimanfaatkan secara tepat dan maksimal .

Bagi yang ingin memiliki produk asuransi, berikut beberapa cara untuk memilih asuransi yang tepat bagi kita dan keluarga:

1. Pastikan Penjual Produk Asuransi adalah Agen Berlisensi AAJI

Cara yang pertama ini, menjadi tips penting untuk mengkonfirmasi apakah penjual asuransi adalah agen resmi yang telah terdaftar atau hanya sekedar broker saja. Apa yang membuat hal seperti ini menjadi penting ? jika seseorang menjadi agen resmi maka ia akan memiliki tanggung jawab besar terhadap produk asuransi yang dijualnya. Terlebih lagi bertanggung jawab terhadap orang-orang yang menjadi nasabahnya. Apabila orang tersebut bukan agen resmi dan tidak memiliki sertifikasi maka tidak mempunyai pengalaman di bidangnya alias broker kemungkinan besar kita sebagai kliennya akan kesulitan bila terjadi klaim karena merka tidak dapat membantu kita secara langsung, dan jelas ini sangat merugikan kita. Bagaimana cara kita memastikan bahwa agen asuransi tersebut adalah resmi ? yaitu dengan cara menanyakan keanggotaan AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia). Setiap agen resmi pasti telah terdaftar dan memiliki kartu AAJI baik itu yang bersifat sementara maupun yang telah berlisensi penuh.

Tidak ada salahnya jika kita bertanya tentang keanggotaan mereka apabila ditawarkan produk asuransi, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Hal yang paling penting untuk memastikan bahwa agen yang menawarkan produk asuransi tersebut nantinya dapat membantu kita jika terjadi klaim atau mengurus administrasi dan yang lainnya.

2. Kenali Kebutuhan dan Kemampuan Kita Terlebih Dahulu

Membeli produk asuransi tidaklah sama dengan membeli produk-produk tangible (dapat dilihat, disentuh) contohnya seperti mobil, rumah dan lainnya. Karena pada dasarnya produk asuransi termasuk kepada intangible (tidak dapat dilihat, disentuh) namun efeknya bisa dirasakan seumur hidup. Oleh karena itu kita perlu mempertimbangan secara matang. Ketika kita memutuskan untuk membeli polis asuransi , yang pertama perlu kita lakukan adalah menentukan kebutuhan terlebih dahulu contohnya ialah sebagai berikut:

Pak Budi telah berkeluarga dan mempunyai 2 orang anak, ia mempunyai penghasilan bersih sebesar Rp 3.000.000,- per bulan. Pak Budi berencana untuk membeli produk asuransi untuk melindungi dirinya dan keluarganya. Produk apa yang sekiranya tepat bagi Pak Budi dan keluarganya?

Setelah dilakukan wawancara bahwa Pak Budi menginginkan ketika meninggal dunia, semua anggota keluarga diproteksi atau dilindungi ketika mengalami sakit dengan fasilitas rawat inap, semua anggota keluarga diproteksi ketika mengalami sakit kritis, semua anggota keluarga diproteksi ketika mengalami kecelakaan. Disisi lain Pak Budi menginginkan premi yang tidak hilang dan bahkan nilainya terus bertambah.

Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan dari kebutuhan dan dibandingkan dengan pengasilan bersih yang diperoleh, Jika Pak Budi menginginkan nilai tunai dari asuransi itu lebih daripada proteksi maka jalan alternatif yang baik adalah mengurangi beberapa proteksi tambahan, memilih beberapa yang tepat, tidak memasukan keseluruhan anggota keluarga di dalam program asuransi tapi memilih yang benar-benar perlu untuk diasuransikan. Sehingga nantinya hasil investasi akan dirasakan secara maksimal, manfaat asuransinya pun dirasakan maksimal dan yang terutama tidak menganggu dana untuk kebutuhan utama di dalam keluarga Pak Budi.

3. Kenali Perusahaan Asuransinya Dengan Baik.

Kita tidak usah tergesa-gesa dan bingung ketika ingin membeli produk asuransi, namun juga jangan terlalu lama, karena proteksi asuransi sangat diperlukan agar kita dapat melakukan pengelolaan terhadap risiko yang tidak terprediksi, kita tidak tahu kapan waktu kita akan sakit atau mengalami musibah atau bahkan yang lebih buruk meninggal dunia. Untuk menentukan kredibilitas perusahaan memang bukan perkara mudah, tapi hal-hal dibawah ini patut untuk diperhatikan.

Kredibilitas sebuah perusahaan dapat dilihat dari komitmen untuk melayani pelanggan dengan baik , hal ini menjadi bukti kesungguhan perusahaan dalam menjaga kepercayaan customer. Usia perusahaan sangat menentukan kredibilitas sebuah perusahaan karena usia sebuah perusahaan membuktikan eksistensi perusahaan yang terus berjalan meski diterpa berbagai kesulitan perekonomian dari masa ke masa.

4. Bandingkan Produk Dengan Asuransi Lain

Untuk cara yang terakhir ini biasanya kita harus merelakan diri untuk datangi oleh beberapa agen asuransi dari beberapa perusahaan yang berbeda, karena membandingkan produk itu adalah hak dari konsumen, jadi memang lebih baik untuk mendapatkan produk asuransi yang terbaik.

Tidak usah terburu-buru, mintalah beberapa perusahaan asuransi membuatkan ilustrasi dan mulailah mempelajari produk asuransi tersebut. Tentu perbandingan yang dilakukan tidak terlepas dari pengetahuan tips sebelumnya, sehingga ketika mendapatkan produk asuransi yang paling tepat dari hasil pertimbangan yang matang.

Demikianlah empat tips yang saya bagikan kepada para pembaca agar tidak kesulitan ketika akan memutuskan untuk membeli sebuah produk Asuransi.

Akhir kata , kembali saya informasikan untuk para pembaca yang memerlukan konsultasi lebih lanjut tentang produk asuransi , konsultasi mengenai perencanaan keuangan , atau ingin melakukan tanya jawab tentangn Polis Asuransi yang sudah dimiliki , silahkan hubungi saya di ” Home” dengan hanya klik tombol “hubungi saya” maka saya pastikan para pembaca akan langsung tehubung dengan nomor pribadi saya. Salam , Elvan Okypratama Suherman – Financial Advisors

Cara Mengelola Risiko

“Risiko merupakan suatu ketidakpastian mengenai masa depan.” – The Advisor 2020

“Salam hangat para pembaca , seperti yang sudah saya janjikan di artikel sebelumnya yang berjudul “Siklus Hidup Manusia” saya akan membagikan tips mengenai “Cara mengelola Risiko” yang pastinya berguna untuk para pembaca”.

Risiko merupakan ketidakpastian mengenai masa depan , namun hanya risiko murni (risiko yang hanya memiliki opsi rugi dan tidak rugi atau loss and no – loss occurs) yang dapat dialihkan kepada perusahaan asuransi jiwa. Hal ini sejalan dengan tujuan dari asuransi jiwa yaitu ; memberikan kompensasi atas kerugian finansial dan tidak memberikan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari kematian atau kecacatan atau sakitnya seseorang.

Mengelola risiko tidak berarti menghilangkan risiko tersebut, namun lebih ke arah pencegahan atau mengurangi kemungkinan terburuk dari dampak yang disebabkan jika risiko itu terjadi.

“Asuransi jiwa tidak menyembuhkan orang yang sakit , asuransi jiwa tidak menghindarkan orang dari kecelakaan , asuransi jiwa tidak mengembalikan nyawa orang yang meninggal dunia. Asuransi jiwa adalah perlindungan untuk orang – orang yang kita kasihi , meringankan beban finansial saat risiko terjadi.”The Advisors 2020

1. Mengendalikan Risiko

Mengendalikan risiko adalah cara pengelolaan risiko dengan melakukan langkah – langkah praktis untuk pencegahan risiko atau mengurangi dampak kerugian yang timbul apabila risiko harus terjadi. Sebagai contoh ketika kita ingin melakukan pencegahan terhadap risiko kecelakaan mobil , maka kita dapat menjalankan mobil dengan batas kecepatan aman. Dan ketika kita ingin mengurangi dampak yang timbul jika kecelakaan mobil terjadi , maka kita dapat memakai sabuk pengaman. Sehingga dalam metode ini ada dua point penting yaitu, ada pencegahan terhadap risiko dan ada pengurangan dampak dari sebuah risiko jika tidak dapat dihindari .

2. Memindahkan Risiko

Cara pengelolaan risiko dengan memindahkan risiko yaitu , seseorang memindahkan tanggung jawab kepada pihak lain , jika muncul kerugian akibat terjadinya suatu risiko kepada orang tersebut. Cara paling umum untuk memindahkan risiko adalah dengan membeli perlindungan asuransi.

3. Menerima Risiko

Menerima risiko adalah metode menerima sepenuhnya kemungkinan dampak dari risiko yang terjadi.

Kesimpulan

Dari ke tiga opsi tentang mengelola risiko , makadapat kita ketahui bahwa opsi yang terbaik adalah dengan milih opsi nomor 1 (satu) dan 2 (dua) , yaitu mengendalikan risiko demi memperkecil kemungkinan dari dampak yang timbul dan mencegah risiko terjadi, namun seperti yang kita tahu juga  bahwa risiko dalam kehidupan selalu memiliki peluang untuk terjadi maka opsi yang dapat dipilih adalah memindahkan risiko agar ada pihak lain yang akan  menyelesaikan tanggung jawab kita , jika terjadi sesuatu dengan kita.

Siklus Kehidupan Manusia

Setiap manusia akan melewati beberapa tahap dalam kehidupannya. Hal ini dimulai dari peristiwa kelahiran serta masa pertumbuhan yaitu saat kita bergantung pada orang tua , menempuh pendidikan hingga lulus dari pendidikan , kemudian beranjak ke tahap berikutnya yaitu memulai karir , mulai bekeluarga , mencapai keluarga matang dan akhirnya akan pensiun.

Dalam siklus kehidupan manusia pada umumnya gaya hidup setiap individu semakin meningkat setiap tahun seiring dengan bertambahnya penghasilan. Gaya hidup seseorang akan berpengaruh langsung terhadap kondisi kesehatan dan jenis penyakit yang akan muncul di masa mendatang dan hal tersebut merupakan salah satu risiko dalam kehidupan manusia.

Beberapa risiko yang dapat muncul dalam kehidupan manusia adalah risiko menderita sakit , risiko cacat tetap total, risiko kecelakaan , dan risiko tutup usia. Risiko yang muncul tak dapat dihilangkan, dapat terjadi kepada siapapun dan kapan saja. oleh karena itu perlindungan jiwa terhadap risiko yang muncul seperti diatas adalah ASURANSI.

ASURANSI

Sesuai dengan Undang – Undang no 40 Tahun 2014 tentang perasuransian , Asuransi adalah perjanjian antara dua pihak, yaitu perusahaan asuransi dan pemegang polis , yang menjadi dasar bagi penerimaan premi oleh perusahaan Asuransi sebagai imbalan untuk :

1. Memberikan penggantian kepada tertanggung atau pemegang polis karena kerugian , kerusakan , biaya yang timbul , kehilangan keuntungan , atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin diderita tertanggung atau pemegang polis karena terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti .

2. Memberikan pembayaran yang didasarkan pada meningalnya tertangung atau pembayaran yang didasarkan pada hidupnya tertanggung dengan manfaat yang besarnya telah ditetapkan dan / atau didasarkan pada hasil pengelolaan dana.

Tentunya saat ini para pembaca sudah lebih paham mengenai Resiko yang akan pasti terjadi dalam hidup kita dan bagaimana Asuransi berperan dalam meminimalisir Risiko tersebut ,untuk informasi lebih lanjut mengenai tips bagaimana mengelola Resiko dengan menggunakan Produk Asuransi yang ada akan saya share di artikel selanjutnya.

Untuk para pembaca yang ingin berinteraksi langsung menggunakan layanan whatsapp, untuk melakukan review polis atau tanya jawab mengenai produk Asuransi , investasi dan produk layanan perbankan silahkan pilih tombol “hubungi saya” di Home

Salam, The Advisors